Inovasi "Kejar Obatku" (Kenali, Jaring, Obati Kusta) UPT Puskesmas Tonrorita

Inovasi "Kejar Obatku" (Kenali, Jaring, Obati Kusta) UPT Puskesmas Tonrorita

UPT Puskesmas Tonrorita yang berada di Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa, merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki tantangan geografis dan aksesibilitas yang cukup berat. Dengan jarak sekitar 125 km dari ibu kota Kabupaten dan 130 km dari ibu kota Provinsi, wilayah ini termasuk daerah dataran tinggi dengan kondisi jalan yang masih terbatas. Beberapa dusun bahkan sulit dijangkau pada musim hujan karena tidak adanya jembatan serta sering terjadinya banjir dan longsor.

Wilayah kerja Puskesmas Tonrorita mencakup 4 desa dan 1 kelurahan, dengan total luas sekitar 96,94 km². Kondisi ini menjadikan upaya pelayanan kesehatan, terutama deteksi dini penyakit menular seperti kusta, membutuhkan pendekatan inovatif dan terstruktur.

Latar Belakang Inovasi “Kejar Obatku”

Kasus kusta merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian nasional. Stigma, kurangnya pengetahuan masyarakat, serta akses pelayanan kesehatan yang terbatas menyebabkan banyak kasus ditemukan dalam kondisi terlambat. Di UPT Puskesmas Tonrorita, sebelum tahun 2021, partisipasi masyarakat dalam melakukan pemeriksaan dini kusta masih sangat rendah.

Beberapa tantangan utama sebelum inovasi ini diterapkan antara lain:

  • Minimnya pengetahuan masyarakat tentang kusta.
  • Akses pelayanan kesehatan yang sulit akibat kondisi geografis.
  • Masih adanya stigma dan diskriminasi terhadap penderita kusta.
  • Kepatuhan pengobatan yang rendah.
  • Kurangnya pendekatan kolaboratif dan terintegrasi.

Melihat masalah tersebut, Puskesmas Tonrorita merancang sebuah inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat yang diberi nama "KEJAR OBATKU" (Kenali, Jaring, dan Obati Kusta).

Tentang Inovasi “Kejar Obatku”

Kejar Obatku merupakan inovasi pelayanan publik yang mulai diterapkan sejak tahun 2021. Inovasi ini bertujuan meningkatkan deteksi dini kusta melalui pendekatan sederhana, murah, mudah diterapkan, dan dapat dilakukan langsung di masyarakat oleh tenaga kesehatan, kader, maupun bidan desa.

Konsep Inovasi

Inovasi Kejar Obatku dilakukan melalui tiga pendekatan:

1. Kenali

Memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat mengenai gejala awal kusta, cara penularan, pencegahan, dan pentingnya deteksi dini.

2. Jaring

Melakukan skrining aktif ke rumah-rumah dan sekolah. Pemeriksaan dilakukan secara sederhana hanya menggunakan:

  • kapas,
  • pulpen,
  • handscoon.

Jika area kulit yang dicurigai tidak merasakan rangsangan saat disentuh kapas atau pulpen, maka pasien akan dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan.

3. Obati

Jika ditemukan kasus positif kusta, pasien akan diberikan pengobatan segera sesuai standar dan dipantau secara berkala untuk memastikan kepatuhan dan kesembuhan.

4. Tim Pelaksana Inovasi

Untuk mendukung keberhasilan program, dibentuk Tim Kerja Program Inovasi Kejar Obatku melalui Surat Keputusan Kepala Puskesmas Tonrorita Nomor 400.7.22.1/105.

Struktur Tim:

  • Pembina: Kepala UPT Puskesmas Tonrorita
  • Ketua: Saparuddin, S.Kep
  • Anggota:
    • Nasruddin, Amd.Kep
    • Adilah Abubakar, S.Kep.Ns
    • Hasmiati, S.Kep
    • Amelia Al Rezky, A.Md.KL
    • Rismawati, A.MG

Bidan Desa:

  • Taring: Norma, A.Md.Keb
  • Pencong: Muttiara, A.Md.Keb
  • Parangloe: Nurhidayanti, A.Md.Keb
  • lembangloe: Sunarti, A.Md.Keb / Nur Aprilia Sinja, A.Md.Keb

5. Tujuan Inovasi Kejar Obatku

Tujuan utama program ini adalah:

  • Menurunkan angka kejadian kusta melalui deteksi dini.
  • Meningkatkan akses pelayanan kesehatan hingga ke pelosok.
  • Menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap penderita kusta.
  • Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam skrining dini.
  • Meningkatkan efisiensi pelayanan melalui pendekatan sederhana dan terstruktur.
  • Memberdayakan kader, bidan desa, dan masyarakat dalam pengenalan gejala kusta.

6. Manfaat Pelaksanaan Inovasi

A. Bagi Pemberi Layanan (Puskesmas)

  • Meningkatkan capaian deteksi dini.
  • Mempercepat penanganan kasus kusta.
  • Efisiensi penggunaan sumber daya kesehatan.
  • Data kasus lebih akurat dan mudah dianalisis.
  • Penguatan jejaring kerja lintas sektor.

B. Bagi Masyarakat (Penerima Layanan)

  • Pemeriksaan mudah, cepat, dan dekat.
  • Mengurangi rasa takut karena skrining bersifat ringan dan tidak invasif.
  • Mendapat pengobatan gratis dan tepat waktu.
  • Berkurangnya stigma di masyarakat.
  • Meningkatkan kualitas hidup penderita kusta.

7. Hasil Implementasi Inovasi

Setelah penerapan inovasi pada tahun 2021–2022, hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan:

Sebelum Inovasi:

  • Hanya 52 masyarakat yang melakukan skrining.

Setelah Inovasi (2021–2022):

  • Tahun 2021: 130 masyarakat + 16 sekolah terlibat skrining.
  • Tahun 2022: 160 masyarakat + 16 sekolah kembali melakukan skrining.

Peningkatan ini membuktikan bahwa masyarakat lebih termotivasi melakukan pemeriksaan ketika tim puskesmas hadir langsung ke lokasi mereka.

8. Waktu Uji Coba dan Implementasi

  • Uji coba: Januari – Maret 2021

  • Implementasi penuh: April 2021 – Desember 2022

Pada masa ini dilakukan:

  • skrining aktif di rumah dan sekolah,
  • pelaporan kasus,
  • pemberian pengobatan,
  • pemantauan kasus,
  • evaluasi dan perbaikan metode skrining.

Penutup

Inovasi "Kejar Obatku" merupakan langkah besar Puskesmas Tonrorita dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan metode pemeriksaan sederhana, biaya rendah, serta keterlibatan aktif kader dan bidan desa, inovasi ini berhasil meningkatkan deteksi dini penyakit kusta dan memperluas akses kesehatan hingga ke wilayah terpencil.

Keberhasilan inovasi ini menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan yang bermutu tidak harus bergantung pada teknologi mahal, tetapi pada kedekatan, kehadiran langsung, dan kesungguhan dalam melayani masyarakat.

Program ini diharapkan terus dikembangkan, termasuk melalui digitalisasi pelaporan, sehingga lebih efektif dan efisien dalam penanggulangan penyakit kusta di masa depan.

PUSKESMAS TONRORITA
PUSKESMAS TONRORITA "KEPUASAN PASIEN KEBAHAGIAAN KAMI"

Posting Komentar untuk "Inovasi "Kejar Obatku" (Kenali, Jaring, Obati Kusta) UPT Puskesmas Tonrorita"